Happy International Women’s Day.
Hai, Women. Kita berharga bukan hanya
hari ini saja, namun setiap hari.
Di
mulai dari bangun tidur hingga mata terlelap kembali, sepanjang hari kita sangatlah
berharga. Apa yang kita pikirkan, yang kita katakan, bahkan yang kita lakukan
menjadi formula pembentuk self value
kita.
Kita
berharga bukan karena kita dibesarkan dalam kecukupan oleh orangtua, bukan juga
karena ayah dan ibu kita memiliki kedudukan di masyarakat, bukan pula karena
ayah kita selalu mengatakan bahwa kita berharga atau karena kita berasal dari
keluarga ‘yang baik-baik saja’. Kita berharga bukan karena apa latar belakang
kita, tapi karena siapa dan bagaimana hidup kita sekarang serta bagaimana kita
belajar mencintai diri sendiri. Dimulai dari penampilan kita, Women. Do you know?
Beauty begins the moment you decide to be
yourself.
Penampilan
adalah salah satu hal yang paling penting akhir-akhir ini. Dimana skin care, make up, sulam, extention, suntik bahkan operasi pada wajah sudah
seperti makanan dan pakaian, menjadi kebutuhan primer bagi para wanita agar
terlihat lebih cantik. Women, ketahuilah, saat kita mulai mengubah tubuh ini untuk menjadi berbeda
dari yang diciptakang oleh Tuhan, saat itu juga kita terlihat jelek di
hadapanNya. Bahkan mungkin kita tidak bisa
masuk ke Surga karena foto kita di buku kehidupan yang dipegang malaikat nanti
berbeda dengan penampilan kita saat kita mati, karena kita mengubah tubuh dari
yang telah diciptakan Tuhan. Ingatlah, Women, tubuh kita adalah milik Sang
Pencipta. Jika ada yang merusak tubuhnya akan dirusak oleh Tuhan.
Aku
tidak menentang penggunaan make up
untuk menunjang penampilan Women. Yang aku tidak setuju adalah apabila Women
menggunakan make up untuk menjadi
cantik. Salomo, raja yang paling bijaksana pernah berkata: Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia. Dan Women, kita
harus mengingat bahwa pada saat kita dilahirkan ibu, kita tidak dibekali skin care dan make up oleh Tuhan. Karena apa? Karena kita sudah cukup cantik
tanpa make up dan skin care. Namun, bukan berarti kita tidak
menghargai tubuh ini, karena Sang Pencipta pun akan marah bila kita tidak
menghargai ciptaanNya.
Yang
penting disini adalah motivasi kita dalam merawat tubuh. Ingatlah, kita merawat
bagian tubuh kita karena tubuh kita itu berharga, sama seperti berharganya kita
di mata Tuhan. Jika Tuhan saja menghargai kita, kenapa kita malah tidak
menghargai diri kita sendiri? Kita seringkali sibuk mengubah penampilan kita
sesuai dengan trend, menjadi depresi atas komentar orang lain tentang tubuh dan
hidup kita, mencoba menjadi seperti yang diinginkan oleh orang lain, dan
berusaha terlihat sama dengan perempuan lainnya. Untuk apa Women melakukan semuaanya
itu? Untuk diterima? Untuk dicintai?
Women,
bagaimana mungkin kita dicintai bila
kita tidak mencintai diri kita sendiri? Jika kamu menghilangkan eksistensi diri
sendiri demi terlihat sama dengan orang lain, maka orang lain tak akan melihat
eksistensi kita di mata mereka. Jadilah diri kita sendiri dengan segala
kehidupan kita, bagian yang telah ditetapkan Tuhan bagi kita (Tuhan tidak pernah salah membagi ‘kehidupan’
kepada setiap orang. Hanya saja kebanyakan orang salah membagi cintanya, hingga
kehilangan cinta untuk dirinya sendiri).
Jadi,
berhentilah menggunakan skin care atau
memoleskan make up atau bahkan
melukai diri hanya untuk menjadi cantik di hadapan pasangan, di hadapan orang-orang, bahkan
untuk lebih cantik dibandingkan wanita lain. Gunakanlah semuanya itu untuk menghargai setiap bangian dari tubuhmu yang pantas untuk diberikan perhatian lebih, karena mereka (red:bagian tubuh) lebih berharga untuk hanya sekedar terlihat cantik. Mulailah merawat tubuh untuk diri
kita sendiri, memanjakan tubuh kita yang selama ini telah lelah mengikuti
kemauan orang untuk menjadi terlihat tinggi, menjadi lebih kurus atau lebih
berisi, menjadi putih atau agar kulit terlihat eksotis, bahkan menjadi lebih ‘ideal’.
Dia (red: tubuh) pantas diapresiasi untuk ketabahannya menunggu mendapatkan
cinta kita kembali. Treat yourself with
respect by doing what you love, work hard, and you’ll see the great results.(Farah
Quinn)
Penting untuk menghargai tubuh, namun
lebih penting lagi untuk menghargai diri sendiri.
Women,
kita memang pribadi yang lembut, penuh perasaan, dan memiliki tubuh yang
(rata-rata) lebih kecil daripada laki-laki. Bahkan seorang anonym pernah
berkata bahwa wanita diciptakan dengan dua komponen: tulang rusuk Adam dan air mata.
Namun bukan berarti kita adalah ciptaan yang lemah, meskipun pada kenyataannya
masih banyak kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan.
Women,
kita dilahirkan sebagai anak bukan untuk menjadi sasaran kekesalan Ayah atas
masalah di pekerjaannya, bukan pula sebagai pelampiasan ibu atas amarahnya
terhadap suami, apalagi menjadi ‘sandsak’ laki-laki yang menjadi pacar kita
hanya karena kecemburuannya terhadap laki-laki lain. Kita diberikan Tuhan untuk
menjadi bagian dari keluarga untuk dibesarkan, dirawat, dan dididik dengan
kasih sayang, yang saat kita salah kita diarahkan dengan baik –bukan dengan
amarah yang meninggalkan luka batin.
Kita
diijinkan Tuhan memiliki pasangan tidak untuk mengalami kekerasan dan
ketidakbahagiaan, namun tujuan Tuhan dalam hubungan percintaan adalah supaya
kita merasakan sebagian dari kebahagiaan Surga. Ingatlah, tulang rusuk itu
berasal dari bagian samping tubuh, bukan bagian bawah. Ibuku selalu berpesan
bahwa jika suatu saat aku memilih laki-laki yang akan menjadi kepala keluargaku
(red:pacaran), aku harus menghindari dua jenis laki-laki agar aku tidak
mengalami penyesalan dalam berumah tangga: laki-laki yang selingkuh dan
laki-laki yang memukulku. Dua karakter itu bersifat mengulang dan aku terlalu
berharga untuk menghabiskan hidup dengan laki-laki yang demikian.
Dalam
data Komnas Perempuan Indonesia, terdapat 259.150 kasus kekerasan pada tahun
2016. Terjadi 1.799 kekerasan terhadap anak perempuan, 2.171 kekerasan yang
dilakukan laki-laki terhadap pacarnya, dan yang paling tinggi adalah kekerasan
terhadap isteri yakni sebanyak 5.784 kasus kekerasan. Dari data ini kita
melihat bahwa masih banyak kekerasan yang terjadi kepada perempuan, Women, mungkin saja kamu adalah salah satunya. Tapi kita
harus bulatkan tekad untuk bangkit dan berdiri untuk diri sendiri. Kita bukan
dinilai berdasarkan apa yang terjadi pada kita, tapi kita akan dihargai sesuai
dengan apa yang kita lakukan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada kita.
Setiap kali kita berdiri untuk diri kita sendiri, itu artinya kita berdiri
untuk semua perempuan, Women.
Untuk
itu, Women, kita harus bertumbuh menjadi wanita yang kuat, tangguh, dan berani
berdiri untuk diri sendiri. Agar kita tak diremehkan, Women, cobalah menjadi
pintar dengan belajar dan mengikuti pendidikan setinggi yang kita mampu, karena
hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan kita. Bukan laki-laki. Tapi
kita harus mengingat, bahwa kita berpendidikan tinggi bukan untuk menyaingi
laki-laki namun untuk membangun generasi.
Kita
harus menyadari bahwa anak kita kelak butuh dilahirkan oleh ibu yang cerdas dan
juga harus dididik dengan ilmu yang layak dari seorang ibu. Seperti kata ahli
genetika, bahwasanya gen kecerdasan anak diturunkan dari gen ibu, bukan dari
gen ayah. Dan mulai sekarang, belajarlah
untuk membentuk kecerdasan kita sendiri melalui pendidikan, bukan hanya tentang
kecerdasan intelektual, namun juga kecerdasan emosional dan takut akan Tuhan. Be the woman you want your daughter to be.
Bahkan,
untuk menjadi isteri, kita juga butuh pendidikan tinggi untuk membantu suami
memdidik anak, mungkin juga dapat
membantu perekonomian keluarga melalui pekerjaan yang kita dapat karena
pendidikan tinggi kita itu, mengangkat derajat suami dikalangan rekan kerjanya,
untuk dibanggakan pada keluarganya, bahkan agar ia dihormati oleh masyarakat
karena memiliki isteri yang berpendidikan. Ingatlah, isteri yang cakap lebih
berharga dari pada permata. Setidak-tidaknya, pendidikan tinggi membuat kita
tidak dianggap remeh oleh ibu mertua kita, kelak. Remember, beauty is nothing without brains.
Girls compete with each other,
women empower one another.
Jika
kita cukup kuat, cobalah untuk menguatkan perempuan lainnya, Women. Namun jika
kita tidak bisa menguatkannya, setidaknya jangan melakukan sesuatu yang melemahkannya.
Mungkin
perempuan lain itu hidup tidak sesuai dengan norma kehidupan yang kita jalani
selama ini atau dia tidak terlihat sebagaimana sosok perempuan yang seharusnya
(menurut pemikiran kita). Dia tidak sesopan yang masyarakat harapkan,
pakaiannya tidak sesantun peraturan lingkungan kita, dan perilakunya tidak
mencerminkan perempuan yang pantas menurut anggapan kita. Tapi tetap saja, kita
tidak boleh menjatuhkannya di depan orang lain, apa lagi dihadapan laki-laki.
Jika memang hati kita ingin berbagi kasih, ingatkanlah dia dengan pembicaraan
empat mata, dimana hanya ada kita, dia, dan Tuhan.
Jika
ada perempuan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari laki-laki,
entah itu digoda, dilecehkan bahkan diambil kesuciannya oleh laki-laki, jangan kita
tambahi deritanya dengan komentar kita yang bisa saja membunuh jiwanya. Itu bukan
salah pakaiannya, bukan juga karena karakternya, atau bahkan karena kesempatan.
Itu kesialan yang dia alami dan sudah seharusnya kita tidak menambahinya dengan
menyalahkannya ini itu. Kita bukan Tuhan yang layak menghakimi moral orang
lain, Women.
Saat
ada perempuan sudah melangsungkan pernikahan diusia yang (bagi kita) sangat muda, atau diumurnya yang sudah terbilang tua
dia belum juga masuk ke dalam mahligai pernikahan, jangan memberikan streotif
buruk padanya, Women. Tak ada yang salah dengan menjadi seorang ibu muda, bahkan untuk mau menjadi seorang isteri
saja, kemuliaannya sudah bertambah. Mengurus suami bukanlah hal yang mudah apalagi di tambah dengan anak (malah tak
hanya satu anak). Aku menghormati semua perempuan yang mau berdedikasi untuk
mengandung, melahirkan, dan mengurus anak. Semua yang dia hadapi lebih sulit
daripada mengerjakan skripsi, tesis, atau disertasi manapun. Masalah kelahiran,
jodoh, dan kematian bukanlah urusan manusia .
Bisa
jadi seorang perempuan melahirkan bukan dengan cara normal atau menyusui
anaknya dengan susu formula. Tapi bukan berarti dia bukan perempuan yang
sempurna hanya karena dia melahirkan dengan operasi caesar. Dia bukannya tidak
mau berjuang, namun Women harus ingat, setiap perempuan dianugerahi kekuatan
yang berbeda-beda. mungkin saja fisiknya
memang lebih lemah namun bisa jadi hati dan pribadinya lebih kuat dari kita. Lagipula,
setiap ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, dan hanya sang ibulah yang
tahu apa yang terbaik untuk anaknya.
Ingatlah, bagaimana pun jalan hidup yang mungkin terpaksa mereka jalani, atau kehidupan yang mereka pilih sendiri, juga bagaimana pun cara mereka menjalani hidup, mereka terlalu berharga untuk mendapat komentar buruk kita. Dan kita pun terlalu berkelas untuk mengurusi kehidupan orang lain, jangan menyia-nyiakan waktu kita yang berharga untuk hal-hal yang tidak elegan, Women.
Ingatlah, bagaimana pun jalan hidup yang mungkin terpaksa mereka jalani, atau kehidupan yang mereka pilih sendiri, juga bagaimana pun cara mereka menjalani hidup, mereka terlalu berharga untuk mendapat komentar buruk kita. Dan kita pun terlalu berkelas untuk mengurusi kehidupan orang lain, jangan menyia-nyiakan waktu kita yang berharga untuk hal-hal yang tidak elegan, Women.
Oleh
karena itu, berhentilah mengomentari mereka, karena kita adalah Women yang akan saling mendukung satu sama lain. Itulah yang menjadi kekuatan kita yang
tak terkalahkan oleh siapapun.
Be
a girl with a mind,
a
woman with attitude,
and
a lady with class.
Mantul
BalasHapusThankyou Roi.
HapusMaaf Be baru sempat baca. Semua manusia pastinya terlahir unik, tapi kita sendiri yg membuat suatu ukuran itu sendiri. Semua kekurangan dan kelebihan akan luruh jika kita bersyukur. Semangat untuk para women yah. Mantepp Be
BalasHapusThanks Sun. Semangat juga buat para men yaa. Khususnya untukmu, semoga ruh menulis kembali menghampiri. Hehe. Semangat kita ya.
Hapus