Hei,
Aku memikirkannya sekian lama.
Kupikir akan mudah melepaskanmu.
Tapi aku keliru.
Dan kekeliruan itu hanya alasan bagiku agar tetap membiarkanmu di hatiku.
Dalam kekeliruan dan alasan bodoh itu aku merasakan kebahagiaan, meskipun kebahagiaan itu palsu.
Aku kira aku bisa menahannya sampai itu menjadi kenyataan.
Aku kira jika aku menahannya lebih lama, mimpi itu akan menjadi kenyataan.
Tapi, sebanyak apapun aku menutup mata dan telinga, dan sekeras apapun aku melawannya, kenyataan itu tetap berdiri di tempatnya.
Selama
ini, bagiku kau bukanlah orang yang harus dijauhi, tapi kau adalah
orang yang kucintai, karena aku tidak dapat membedakannya.
Seperti yang kau inginkan, aku menyerah mengharapkanmu.
Sekarang, aku benar-benar akan menghapus kamu dari dalam benakku.
Dan karena itu, aku akan menghapus kamu dari dalam benakku.
Dan karena itu, aku akan melepaskannya.
Aku berhenti memikirkannya sebagai orang yang kucintai, dan akan menganggapku 'orang yang harus dijauhi'.
Selama ini, aku hanya melihat dan mendengarkan semua hal tentangmu.
Aku tau apa yang sudah kau lakukan dan apa yang akan kau lakukan, dan aku masih memilih untuk mengabaikannya.
Tapi . . .
Aku tidak akan begini lagi.
Sudah saatnya aku bangun dari mimpi.
Tidak peduli seberapa kejam dan mengerikannya itu,
sekarang aku menghadapi kenyataan.
Meskipun butuh waktu yang lebih lama daripada yang aku duga,
sekarang aku bisa menghapus kamu dari lembaran hatiku.
Sekarang, saat ini juga, mulai hari ini, di hari ulang tahunmu yang kedelapan belas,
aku melepaskanmu.
Jumat, 27 November 2015.
07.42 WIB
Komentar
Posting Komentar