Sudah
sekian lama kita terhubung, dan sepertiga waktu dari hubungan itu kau tak ada dalam
hubungan ini.
Sudah
sekian lama kita terhubung, dan diakhir sepertiga waktu dari hubungan itu baru
aku menyadari bahwa yang tersisa disini hanyalah aku dan kenangan.
Sepertiga
waktu dari hubungan itu, aku menggandeng kenangan berjalan bersamaku, yang
kusangka adalah kau yang selalu berada disampingku menjalani hidup.
Namun,
sepertinya aku memang tak pernah benar-benar berada dalam hidupmu, bahkan tidak
juga dalam kenangan.
Sepertiga
waktu dari hubungan itu, aku sibuk menyalahkanmu dan jalan Tuhan yang membawamu
pergi ke seberang lautan.
Tapi,
aku tahu bahwa sebenarnya aku hanya menyalahkanmu atas semua hal yang tak bisa
kulakukan untukmu.
Sepertiga
waktu dari hubungan itu, aku selalu mengkhawatirkan bahwa suatu saat aku akan
berakhir di antara tumpukan memori usang yang bahkan tidak bisa lagi terlintas
di pikiranmu.
Dan
aku tahu aku hanyalah kilasan hidup yang bahkan takkan kau sadari pernah ada
dalam kehidupanmu.
Sepertiga
waktu dari hubungan itu, aku berharap bahwa suatu saat kau akan kembali dan
mengingat kembali.
Dalam
kenyataannya, kau selalu kembali setiap waktumu namun tak pernah mengingat hal
yang kau tak miliki.
Sepertiga
waktu dari hubungan itu, aku senantiasa mengirimkan doa-doa rindu dan
harapan-harapan suciku padamu.
Meskipun
aku tidak tahu, apakah Tuhanku akan mengirimnya kepada Tuhanmu.
12.03
7/16/2018
Komentar
Posting Komentar