Hari
ini hujan turun.
Hujan
ini bukan jenis Hujan di Bulan Juni yang selalu kudamba-dambakan.
Hujan
ini turun di bulan Maret pada hari yang kesebelas, di saat gelap sudah memenuhi
pandangan.
Hujan
ini tidak turun di saat yang tepat, namun dia turun sesuai dengan harapan.
Medan
panas,
Sudah
beberapa minggu keringat selalu mengucur deras.
Mungkin
itu yang membuat orang-orang mengharapkan hujan yang keras
Atau
tanah gersang sudah membuat manusia bagai hidup di gurun cadas.
Hari
ini hujan turun.
Ini
bukan hujan yang selalu dirindu-rindukan, seperti Hujan Bulan Juni.
Hari
ini hujan turun.
Mengalir
deras, dari mata menuruni kedua pipi.
Aku
tak pernah merencanakan, untuk menangis bersama-sama dengan langit.
Aku
tak pernah menyangka, bahwa saat ini langit dan aku sama-sama merasa pahit.
Aku
tak pernah berpikir, bahwa awan dan aku sama-sama menanggung beban yang berat.
Awan
memanggul air di tubuhnya, aku menanggung kecewa yang amat sangat.
Saatnya
memang tepat, namun yang terjadi tak sesuai dengan impian.
Kau
mendapat teman penjaga hati, dan aku berhenti di pinggir jalan.
Kau
terus berjalan menjauh, dan aku masih tetap dalam kenangan
Aku
masih mencoba menghalau segala kecewa dan kebencian.
Bukan
waktu yang tidak tepat dan bukan kenyataan yang tak sesuai keinginan
Hanya
saja ternyata aku belum siap menghadapi semuanya sendirian
Menghadapi
kesendirian yang harus tanpa kenangan
Ternyata
sulit menerima kenyataan
Itulah
yang menyebabkan hujanku sederas hujan malam ini
Hujan
yang turun di waktu yang tidak tepat, dan tak diharapkan
Kuharap,
ini adalah hujan yang terakhir kali
Yang
kupersembahkan untukmu dan kita, atas hilangnya kenangan
Bagimu,
aku adalah sebuah kisah yang tak indah
Dan
kau pun hanya membuat hari-hariku menjadi gundah
Kini, aku berhenti mengirimkan doa-doa rindu dan harapan-harapan suciku padamu.
Karena sekarang aku menyadari, bahwa Tuhanku tidak pernah mengirim doaku kepada Tuhanmu.
Malam
dengan Hujan yang Deras
Medan,
bulan Maret hari kesebelas tahun kesembilan belas
Komentar
Posting Komentar